Donat spesial di malam minggu

Kehidupan seringkali penuh misteri, banyak hal yang selalu kita tunggu tak kunjung tiba, namun disisi lain ada hal yang tak pernah kita duga hadir nyata dalam kehidupan.

Tiap malam minggu tiba, selepas dari kerja aku langsung bergegas mandi dan menyiapkan semua perlengkapan untuk pulang kampung, namun hari ini memang beda banget, jadwal pulang sudah direncanakan untuk digeser menjadi keesokan pagi harinya berhubung rumah sepi, maklum penghuni lainnya lagi pulang kampung dari kemarin untuk liburan.

Melepas kejenuhan kerja, seperti biasa saat tak ada kegiatan di rumah, kumanfaatkan waktu untuk melihat-lihat status di berbagai sosmed sambil melepaskan dampak tekanan pekerjaan. Di bbm aku liat statusnya ada foto donat, yang disertai keterangan: “Home made” lalu aku komentar : “Mintaaaa..” dia pun menjawab bbmku, lalu kami chating tentang kue donat buatannya, sampai ke hobinya masak dan juga tentang hubungan aku dan dia juga.

Beberapa menit berlalu chat pun berakhir, aku nyapu di dalam rumah, entah apa yang dia lakukan seusai bbman denganku. Perut mulai terasa lapar keroncongan, karena memang sdh jamnya untuk diisi kembali, maka aku pun ke dapur mengambil sepiring nasi dan beberapa potong lauk, lalu duduk di depan tv, menyantap makanan sambil nonton tv.

Suap demi suap berlalu hingga nasi di piring tinggal separuh, tiba-tiba terdengar suara motor berhenti over persneling di depan gerbang rumah, aku mengintip dari celah jendela ternyata si dia, kekasih yang selalu kurindukan, aku simpan rapat di ruang hatiku, hanya aku dan dia yang tahu. Aku bergegas keluar dengan jantung dag dig dug ser untuk membukakan gerbang sambil memegang piring yang masih isi separuh tadi.

“Kok gak bilang-bilang kalau mau datang?” tanyaku

“Surprise” sahutnya enteng sambil mengambil sebuah tas kresek berisi sebuah wadah.

Lalu kami melangkah masuk rumah bersama dan duduk nyandar terali jendela di depan tv, ngobrol santai sambil kuselesaikan makanku yang mulai susah nelan karena ada perasaan lain yang mulai bergejolak sangat kuat di dadaku. Dia membuka bawaannya ternyata isinya adalah donat yang diupload pada statusnya tadi. Isinya persis seperti di foto tadi.

“Tapi aku gak bisa lama, cuma mau anter ini aja” ucapnya. Lalu bergegas ke dapur mengambil wadah untuk salin tempat donat buatannya, sembari berkata:

“Wadahnya aku bawa balik ya” lalu kembali duduk di dekat pintu sambil sesekali utak-atik hpnya

“Iya, bawa dah” jawabku

Aku segera cuci piring dan tangan ke dapur setelah kuhabiskan makanan dipiringku dan segera kembali duduk disebelahnya. Ku tatap dia, ada perasaan berbunga-bunga dalam hatiku. Dia selalu aku rindukan, dia semangatku, penggugah gairahku, kontan saja ada gejolak ditubuhku.
“Cobain donk donatnya” katanya berharap

“Nanti aja, aku masih kenyang banget, kan baru habis makan” jawabku sambil menatap dia penuh harap.
“Aku pengen merasakan donat yang satu itu aja dulu boleh kan? Kamu mau ndak? mumpung kamu sudah disini” lanjutku
“Boleh, tapi aku gak bisa lama” jawabnya
“Ya bentar aja yang penting dapet…aku pengen banget” jawabku sambil mengajak dia melangkah ke kamar.
Tanpa basa-basi, sesampainya di kamar langsung saja ku mulai persiapan untuk segera menyantap donat spesialnya itu, karena itu memang favoritku banget. Rasanya lembut, legit, empuk pula dan tebelnya juga dapet, serta cara penyajian yang begitu pas dengan seleraku. Tidak pernah aku rasakan donat yang selezat itu. Makanya kulupakan semua, agar bisa konsen menikmati donat spesialnya, dan selama satu setengah jam, aku larut suasana menyantap donat dengan lahap seolah tak pernah dapat makan beberapa hari, tak bisa kulupakan peristiwa indah itu. Donat itu memang kenikmatan terindahku, selalu bikin aku ketagihan, pengen lagi dan lagi. Kulihat dia pun sangat senang karena aku begitu menikmati donat spesial buatannya itu.
Aku masih belum puas dengan donatnya itu, waktu sudah beranjak malam, lalu aku tanya dia:

“Kamu dah mau pulang?”
“Iya” jawabnya lembut

“Tar aku selesaikan dulu” jawabku sambil melanjutkan menyantap donat, dan beberapa saat kemudian kembali bertanya:

“Kamu sudaaah?”
“Udah” jawabnya

“Bener? aku memastikan

“Iyaaahh bener” jawabnya

Aku pun segera menuntaskannya, lalu dia mulai bersiap-siap untuk pulang. Namun ternyata rasa kangen kami belum tertuntaskan juga maka pulangnya pun di tunda, kami ngobrol lagi tentang berbagai hal, dia rebahkan kepalanya di pahaku, aku membelai-belai rambutnya, mengusap wajahnya dan sesekali mengecup keningnya, sambil bercerita. Mulai dari masalah kerja, hobi, donat, perasaan dan tak ketinggalan kenangan manis bersamanya.

“Tumben ya malam minggu kita bisa bersama” katanya lirih
“Iya, ini kesempatan langka” aku menyahutinya
“Entah kapan lagi kita bisa seperti ini” aku mengimbuhi

“Iya lho” jawabnya
Kami terus ngobrol sambil bercanda, perasaanku bahagiaaaa, lega dan ploooong bangeeeeeet. Semua beban seakan sirna dari pikiran. Aku bahkan ndak pernah berpikir dan menyangka akan mendapatkan hadiah malam minggu seindah itu.

Sesaat kemudian kami kami kembali ke ruang tengah nonton tv, aku mengambil donat keju di dapur lalu menyantapnya. Dalam benakku aku berkata, bagaimanapun juga donatnya yang tadi jauuuh lebih enak lebih favorit untukku.

“Gimana rasanya” dia bertanya membuyarkan lamunanku

“Mmmm…empuknya dapet, tapi kurang manis dikit” jawabku.

Aku baru sadar kalau itu donat keju, ya terang aja gak manis, kan yang namanya keju mesti asin rasanya bukan manis. Mungkin otakku sudah konslet karena nikmatnya donat spesial tadi. Entah apa yang dipikirkannya dengan jawabanku yang gak nyambung itu.

‘Cinta yang tulus tak memerlukan banyak kata, hanya memberi dan melayani dengan ikhlas, tanpa mengharapkan balasan.’

Tak terasa waktu telah lewat jam sembilan malam, dia pun bergegas hendak pulang, kuantar sampai di gerbang, kulihat dia berlalu hingga menghilang di belokan gang, sementara aku masih kegirangan, hati berbunga-bunga karena semua yang telah dia berikan tadi. Dalam hatiku berkata, kalau sudah yang namanya rejeki takkan kemana. Kututup pintu rumah lalu segera ke kamar mandi, karena aku memang belum mandi sepulang kerja.

Sehabis membersihkan tempat tidur aku buka hp, nunggu kabar darinya, dia biasanya selalu ngabarin kalau sudah sampai. Karena sudah agak lama belum ada kabar, aku pun bbm menanyakan “Dah sampai?” tapi lama tak ada jawaban. Beberapa saat kemudian muncul bbmnya “Dah sampai, nyasar tadi” begitu katanya. Lalu kami chating di bbm menceritakan perjalanannya pulang sebelum akhirnya kami sama-sama sepakat untuk tidur, karena capek dan ngantuk sudah mencengkram kami berdua. Obrolan kami ditutup ucapan “Good night” lalu kami sama-sama berangkat tidur. Dan kenangan itu selalu kuingat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s