Pasrahkan

Aku lemas lunglai tanpa daya, rebahkan diri dalam pangkuan bunda pertiwi, ditengah ruang waktu, diusap hembus angin, dibawah naungan bapa angkasa, dalam gelap dan bersit cahaya, yang mengalir tiada batas, tanpa pamrih, tanpa perhitungan, semua tersedia, semua ada sebanyak yang di butuhkan.

Kutiadakan semua upaya, aku ikhlaskan segalanya, menerima semua realita seperti adanya, hanya menonton saja diriku terbaring, mengamati gerak pikiran yang tiada henti, berbagai kilas pikiran, harapan, kecemasan , kekecewaan, ketakutan semua aku liat seperti adanya. Terus ku amati, aku lihat seperti adanya, perlahan kian samar, kian tak ada rasa, hanya aku sadari adanya aku, dalam belantara sunyi tanpa batas, sampai akhirnya aku memutuskan kembali kepada realita yang lain.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s