BUKIT CEMARA

Bukit Cemara adalah salah satu bukit di bagian selatan desa Yeh Kori, Karangasem Bali. Di bukit ini memang tumbuh beberapa pohon cemara, apakah itu yang menjadi latar belakang nama itu atau ada hal lainnya saya masih belum tahu pastinya.

Saya berkesempatan mengunjungi bukit cemara ini karena penasaran untuk bisa melihat Gunung Agung dari tempat yang lebih dekat dan jelas ketika sedang berstatus awas setelah terjadi erupsi asap tebal selama 3 hari tepatnya padatanggal 29 OKTOBER 2017, karena sesuai cerita dari teman saya, katanya di bukit cemara seperti dilatar belakangi oleh Gunung Agung. Ternyata memang gunung terasa sangat dekat, karena menurut pengukuran pada google map, tempat itu ada diradius 7 km dari pusat kawah.

Selain keberadaan gunung yang sangat dekat dan jelas, karena kebetulan cuaca siang itu sangat cerah, pemandangan di tempat itu sangat-sangat indah, menurut pendapat saya, sebagai penggemar keindahan panorama alam. Ketika saya menghadap ke gunung, di depan saya terpampang hamparan pemandangan hijau pepohonan dan gunung yang biru, sejauh mata memandang dari cakrawala barat hingga ke timur. saat saya membalikkan badan, didepan terhampar banyak perbukitan dan juga dikejauhan masih terlihat bentangan lautan biru.

Tak hanya sampai disitu saja, tempat ini juga terasa sangat tenang dan nyaman, sehingga mampu membatu melepas rasa jenuh dari pikiran. Bagi saya tempat ini memanjajakan mata dan pikiran, sehingga mampu membantu melepaskan beban pikiran yang mengganjal, tentu saja jika teman-teman memang suka keindahan alam. Tempat ini memang benar-benar indah, dan sangat natural.

Namun dari semua kekaguman saya terhadap indahnya tempat ini, ada satu hal yang mebuat saya merasa sangat menyayangkan, karena ada sebagian jalan menuju puncak sebagai fasilitas utama yang bisa menghubungkan ke lokasi itu masih sangat jelek, bahkan lebih mirip sungai ketimbang jalan. Selain banyaknya tanjakan, juga banyaknya jalan berlubang dan berbatu yang memerlukan kemampuan dan keberanian yang cukup untuk berani naik sampai ke puncak, karena tantangan pada saat turun juga tidak kalah besarnya. Saya berharap secepatnya pemerintah terkait mempetimbangkan untuk memeperbaiki jalan menuju Bukit Cemara, dan tentu mengelola tempat ini sebagai tempat wisata yang lebih tertata dan bermanfaat bagi semuanya. Karena saat ini wisata alam bukit Cemara belum tertata dan di kelola dengan baik.

Berikut saya lampirkan foto-foto yang saya ambil dari berangkat hingga balik termasuk kondisi jalanan yang saya ceritakan tadi.


Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s